Ironi Penegakan Hukum

IRONI PENEGAKAN HUKUM

Realitas penegakan hukum sering berbanding terbalik dengan ketentuan yang ditetapkan dalam suatu peraturan. Faktanya praktek penegakan hukum di berbagai Negara justru cenderung mengarah kepada ketidakadilan terhadap rakyat kecil yang sedang berhadapan dengan hukum. Kenyataan yang sungguh ironis apabila dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki kedudukan dan harta. Sebagai contoh penegakan hukum di Negara Indonesia, untuk hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana Korupsi sering tidak setimpal dengan perbuatannya, bahkan bisa lebih ringan dari pelaku Tindak Pidana pencurian biasa. Tepatlah pepatah yang mengatakan “hukum kita tumpul keatas dan tajam kebawah”.

Menurut beberapa pendapat ahli hukum disebutkan bahwa ada beberapa indikator yang mempengaruhi proses penegakan hukum (law enforcement). Seperti halnya teori Lawrence Friedman (dalam bukunya yang berjudul The Legal System: A Social Science Perspective, 1975) yang menyebutkan tiga pendekatan untuk mengukur keberhasilan suatu penegakan hukum, yaitu sebagai berikut:——————–

  1. Substansi perundang-undangan;
  2. Struktur organisasi pengadaan beserta penegakannya, dan;
  3. Budaya
Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://realitahukum.com/realita-penegakan-hukum/
TWITTER
YOUTUBE
INSTAGRAM

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!